Setelah dipendam nyaris selama dua tahun penuh, semangat untuk menggelar
konser Pearl Jam Nite dengan nuansa kampanye cinta lingkungan hidup
akhirnya bisa mewujud. Tahun ini, 2010, PJId akan menyelenggarakan Pearl
Jam Nite V dengan tajuk: Do The GreenVolution!
Oleh : Eko Prabowo
Tajuk itu sendiri, bagi jamily tanah air, dan juga jamily di seluruh
dunia, tidaklah asing. Ia merupakan evolusi kata dari Do The Evolution,
yang merupakan salah satu hits dalam album ke-5 Pearl Jam, Yield. Lagu
keras mengenai evolusi manusia yang pada akhirnya membawa bencana bagi
planet ini. Penuturan apik yang dengan tegas meramalkan kehancuran kita
semua dalam bait: “2010, watch it go to fire!”
Bertolak dari perenungan lagu itulah, juga semangat menggugat serta
menggugah yang terkandung didalamnya, “Pearl Jam Nite V: Do The
GreenVolution!” disusun dan kemudian digulirkan.
Sebuah upaya untuk membawa konser rock ke wilayah yang lebih bermakna.
Wilayah baru dimana kesadaran kita semua akan digugah. Kesadaran bahwa
kepunahan planet ini adalah ancaman nyata! Dan, yang lebih penting lagi,
kesadaran bahwa kita semua bisa mengambil langkah kecil yang nyata
untuk menghindarinya...
Apakah kemudian kita, dalam Pearl Jam Nite V, akan menanam pohon?
Sepertinya tidak. Membersihkan saluran air dari sampah yang menumpuk?
Juga bukan. Ikut-ikutan naik sepeda ke kantor? Menarik. Tapi tidak,
terimakasih.
Kalau begitu, dimana letak hijaunya Pearl Jam Nite V?
Hijaunya Pearl Jam Nite V tidak terletak pada bentuk fisik, melainkan
pada tataran kognitif. Bukan di wajah, kaki, ataupun jemari tangan,
melainkan di dalam sel-sel kelabu otak kita.
Hijaunya Pearl Jam Nite V akan mengambil bentuk berupa kampanye guna
mengubah kesadaran kognitif kita semua mengenai hubungan manusia dengan
alam sekitar. Mengenai ancaman kepunahan dari berbagai spesies khas
Indonesia. Mengenai pentingnya alam yang asri, sebuah green sanctuary
di tengah keringnya kehidupan kota, bagi kita semua. Mengenai
konsekuensi karbon dari konsumsi makanan, juga pemakaian kendaraan
bermotor kita sehari-hari, yang sesungguhnya dapat kita tebus dengan
mudah melalui pendanaan penanaman pohon di belahan bumi lainnya, dengan
membeli sertifikat karbon.
Kampanye hijau ini akan dimulai dengan peluncuran info-grafis mengenai
10 spesies khas Indonesia yang kini statusnya terancam punah melalui
jejaring sosial digital. Diambil dari The IUCN Red List of Threatened
Species, info-grafis ini akan memberi pemahaman baru pada kita semua,
bahwa tidak hanya Harimau Sumatera, Badak Jawa, dan Orang Utan yang
terancam hilang dari muka planet ini, melainkan juga berbagai spesies
penting, sekaligus cantik dan mempesona, lainnya.
Menyusul kemudian adalah proses pengenalan alam kepada anak-anak. Upaya
untuk memberi kesadaran baru kepada jiwa-jiwa muda itu mengenai
nyamannya hidup selaras dengan alam.
Memberi pemahaman sederhana yang mudah mereka cerna mengenai pemilahan
dan pengolahan sampah sehari-hari, agar alam tempat kita hidup tak
terlalu terbebani, dalam sesi sekolah alam di kawasan Cikeas, tak jauh
dari kediaman orang nomor satu negeri ini.
Mengenalkan kepada mereka nikmatnya memancing di danau, berteduh dan
makan siang di bale-bale bambu, di bawah rindangnya pepohonan tepian
sungai. Sebuah upaya untuk melindungi mereka dari jajahan gadget dan
kehidupan soliter yang menghantui sebagian besar anak yang terlahir di
kota Metropolutan.
Sebagai gong terakhir, penutup dari rangkaian gugatan kognitif ini
adalah perhelatan konser Pearl Jam Nite V itu sendiri. Sebuah konser
rock yang akan diselenggarakan dalam wujud carbon neutral, dimana emisi
karbon yang keluar dari konsumsi makanan, listrik, dan pemakaian
kendaraan bermotor dari semua audiens akan dihitung, dikalibrasi menjadi
rupiah, dan dibayarkan untuk membeli sertifikat karbon.
Apa yang kita keluarkan dalam konser itu akan muncul sebagai tunas-tunas
pohon baru di belahan bumi lainnya, untuk menyeimbangkan kadar oksigen
dalam atmosfer, tempat kita semua menghirup udara dan menjalani
kehidupan.
Kita semua, dengan mudah, dapat turut serta mengambil peran dalam
kampanye hijau ini. Dengan membantu menyebarkan info-grafis 10 spesies
khas Indonesia yang terancam punah melalui jejaring sosial kita
masing-masing. Dengan memberi kesempatan pada anak-anak kita untuk
merasakan kedekatan pada alam di green sanctuary Sekolah Alam Cikeas.
Dengan menghadiri konser Pearl Jam Nite V dan otomatis menyisihkan
sedikit rupiah untuk memperbaiki paru-paru dunia.
Kita boleh jadi tidak satu suara mengenai kualitas musik Pearl Jam. Tapi
kita pasti sepakat bahwa kepunahan spesies khas negeri ini yang
demikian cantik, tercabutnya anak-anak kita dari kehidupan yang alami,
dan semakin kecilnya kesempatan untuk menghirup udara segar adalah
resiko yang tidak ingin kita tanggung di kemudian hari. Maka dari itu
Kawan, let’s Do The GreenVolution!