PJ Nite V in The Making: Mirrorball!

wustuk's picture

Rintik hujan masih setia menemani ketika Perfect Ten
membakar panggung utama Indonesia Consuminity Expo, Senayan, akhir tahun lalu. Tuah
mereka, yang kali itu diperkuat dengan kehadiran Olitz Alien Sick di sayap
kanan, sembari menunggu Nito yang masih mengendarai angin menembus kemacetan
Jakarta, benar-benar mengubah dinginnya air hujan menjadi api yang panas
menyala. Namun, alih-alih terpesona dengan aksi pecicilan khas Hasley sang
vokalis, audiens petang itu malah ternganga oleh aksi sirkus a la Eddie!

Terbakar oleh panasnya lagu-lagu Pearl Jam yang diserukan,
seorang audiens nekat naik ke panggung, merebut mic dari tangan Hasley,
berteriak lantang menyanyikan bait-bait penuh kemarahan, sebelum akhirnya
menuntaskan aksinya dengan memanjat tiang panggung dan loncat ke bawah! Wong Edhiannn!!!

Itulah awal perkenalan kita semua dengan Reza, si anjing
hilang yang kini menjadi vokalis dari Mirrorball, sebuah band dadakan yang
dibentuk khusus untuk perhelatan “Pearl Jam Nite V: Do The GreenVolution!”,
yang rencananya akan digelar di MU Cafe, Sarinah, Jakarta, 5 Juni 2010 nanti.

Asal-usul boleh dadakan. Tapi kualitas tentulah tidak
kacangan...

Duduk di belakang drum set adalah D-Iyan, drummer dari
Footsteps yang fasih membawakan lagu-lagu Pearl Jam di perhelatan Backspacer
Listening Party, Oktober tahun lalu. Setia menemaninya menjaga beat adalah
Josa, basis dari GotID, band mumpuni yang sudah malang-melintang di komunitas
PJId sejak Pearl Jam Nite pertama.

Di sayap kiri, bertugas menjadi pengawal ritme, beroperasi
Arief Nasi Udux asal Bandung. Sementara di sektor kanan tegak berdiri striker Banteng
Priok FC yang hanya jaya di dunia maya, Ridha GotID, gitaris handal yang
kembali terpanggil jiwanya setelah melihat kebakaran tengah malam di The Rock, Kemang,
23 Desember 2009 lalu.

Mungkin kenangan manis akan dirinya yang asik ber-crowd
surfing sembari memainkan solo-solo aduhai milik Mike McCready dalam Pearl Jam
Nite II di Front Row beberapa tahun yang lalu kembali muncul ke permukaan...

Kepingan bola kaca ini lengkap dengan hadirnya Arie O’Brien
sebagai pengarah gaya. Halah!

Arie sendiri tidaklah asing dengan proyek musik dadakan
semacam ini. Dia adalah sosok dibalik suksesnya Black Code menghantam
Acoustology, perhelatan rendisi akustik dari koleksi Pearl Jam di BB’s Cafe,
Menteng, 4 Juli 2009 lalu. Bersama Irul, Faizal, Deppy, dan Amus, mereka dengan
manis berhasil mengantarkan audiens ke altar pemujaan, sebelum akhirnya kita
semua diluluhlantakkan oleh rangkaian badai Perfect Ten, Alien Sick, dan Sonic
Wood!

Cerita Black Code boleh pudar seiring mendinginnya kenangan
akan Acoustology. Namun bagaikan Phoenix, burung mitos yang terbakar dan
menjadi abu untuk kemudian terlahir kembali, semangat Black Code mewujud dalam
diri Mirrorball. Menjulang dari tumpukan serpihan kenangan manis akan malam
yang penuh kegilaan. Dalam bentuk, yang boleh jadi, lebih ganas dan
menjanjikan.

Bersama, mari kita nantikan gebrakan Mirrorball di “Pearl
Jam Nite V: Do The GreenVolution!”. Siap-siap juga untuk cedera berat, karena
kelima pria berani mati ini akan menghantam dengan rentetan lagu keras dalam
semboyan: “Mirrorball will break your balls!” Ouch!!!

pj